Kamis, 26 Januari 2012

skripsi metode inquiry yayan diyana


UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA KONSEP PELAKSANAAN DEMOKRASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE INQUIRY
 DI KELAS VIII SMP ISLAM AL-ASMANIYAH KELAPA DUA KABUPATEN TANGERANG

SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)



 
ABSTRAK

ARMAT, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Pada Konsep Pelaksanaan Demokrasi Dengan Menggunakan Metode Inquiry Di KelasVIII  SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, Skripsi, Jakarta PKn, Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kusuma Negara Jakarta, Oktober 2010.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa melalui metode inquiry di kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, karena di kelas VIII ini nilai hasil belajar PKn siswa masih kurang memuaskan serta masih banyak siswa yang nilai hasil belajarnya masih di bawah KKM.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dengan menggunakan model Kurt Lewin yang menjadi acuan pokok dalam penelitian tindakan kelas, Konsep pokok Kurt Lewin ini terdiri dari empat komponen yaitu:
a.       Perencanaan (Planning)
b.      Tindakan (Acting)
c.       Pengamatan (Observing)
d.      Refleksi (Reflekting)

Desain penelitiannya menggunakan tiga siklus, yaitu siklus I, siklus II, siklus III. Dimana setiap siklus mempunyai hasil nilai yang berbeda-beda serta nilai hasil belajarnya mengalami peningkatan di setiap siklusnya, sehingga penelitian berakhir sampai siklus III.

Pada pelaksanaan siklus I, hasil belajar siswa belum begitu meningkat yaitu, masih ada sejumlah 19 siswa yang nilainya masih di bawah KKM, hasil nilai ini diambil  dari nilai post tes pada akhir kegiatan belajar mengajar dipertemuan pertama.

Pada pelaksanaan siklus II, hasil belajar siswa sudah mengalami peningkatan walaupun masih ada siswa yang nilainya di bawah KKM yaitu sejumlah 8 siswa, hasil nilai belajar siswa diambil dari nilai diskusi kelompok pada kegiatan belajar mengajar dipertemuan kedua.

Untuk siklus III ini, ternyata nilai siswa sudah mengalami peningkatan dengan baik yaitu semua siswa sudah mendapat nilai di atas KKM, hasil nilai belajar siswa diambil dari nilai post tes ada nilai diskusi kelompok yang digabung pada akhir pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dipertemuan ketiga.

Karena pada siklus III ini nilai hasil belajar siswa sudah mengalami peningkatan dengan baik dan tidak ada siswa yang nilainya di bawah KKM, maka penelitianpun berakhir pada siklus III ini.

Dari penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa upaya meningkatkan hasil belajar PKn dengan menggunakan metode inquiry sangat menarik siswa dalam menambah minat belajar, karena metode inquiry ini adalah suatu metode menemukan jawaban sendiri, jadi bukan menghafal, di sini siswa mengalami sendiri setiap peristiwa yang mereka lakukan secara relevan sehingga mereka mudah untuk mengingatnya.

PERSETUJUAN PEMBIMBING
Pembimbing I




Drs. Agus Zuhdi
Tanggal:
Pembimbing II




Kusnadi. M.Pd
Tanggal:
PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI UJIAN SKRIPSI
Nama
Dr. H. Sugiharto. M.M                             
(Ketua STKIP Kusuma Negara)
                   
Dr. Sri Rahayu Pudjiastuti. M. Pd
(Puket I Bidang Akademik)


Drs. Agus Zuhdi
(Ketua Program Studi PPKn)                      


Drs. H.A. Kahar Yoes, M.Si
(Anggota)


Dra. Evayenny, M.Pd
(Anggota)                                                                                                           
Tanda Tangan

………………



………………..



………………..



…………………



………………….
Tanggal

………………..



…………………



………………..



…………………



…………………
Tanggal Lulus :
NAMA            : ARMAT
NPM               : 20078200266
JUDUL           : UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN PADA KONSEP PELAKSANAAN DEMOKRASI  DENGAN MENGGUNAKAN METODE INQUIRY DI KELAS VIII 1 SMP ISLAM AL-ASMANIYAH KELAPA DUA KABUPATEN TANGERANG

KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur kepada sumber dari segala ilmu pengetahuan, sumber dari segala kebenaran, Sang Maha Cahaya, Penabur cahaya Ilham, Pilar nalar kebenaran dan kebaikan bagi mahluk-Nya, Allah SWT.
Shalawat dan salam  semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad  SAW, yang telah menyampaikan segala kebaikan  kepada umatnya.
Skripsi ini terselesaikan  karena bantuan semua pihak.  Untuk itu, penulis  dengan hati yang tulus dan ikhlas penulis sampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada:
1.            Dr. H. Sugiharto. M.M. Selaku Ketua Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan ( STKIP) Kusuma Negara Jakarta
2.            Dr. Sri Rahayu Pudjiastuti. M. Pd. Pembantu Ketua I Akademik  STKIP Kusuma Negara Jakarta.
3.            Drs. Agus Zuhdi, Selaku pembimbing I dan  Ketua Program Studi PPKn STKIP Kusuma Negara Jakarta, yang telah memberikan pengarahan yang sangat berharga.
4.            Kusnadi. M.Pd. Selaku pembimbing II, yang telah banyak memberikan bimbingan, saran, dan perbaikan dalam penyusunan skripsi ini.
5.            Seluruh Dosen dan Staff  STKIP Kusuma Negara, yang telah banyak memberikan kemudahan dalam penyelesaian skripsi ini.
6.            H. Achmad Sholihan selaku Ketua Yayasan SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Tangerang.
7.            Hj. Tuti Kholilah S.Pd.I selaku Kepala Sekolah SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Tangerang, yang telah membantu penulis selama menjalani penelitian di SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Tangerang.
8.            Khusus kepada ibu, sebagai sumber kehidupan saya, pembimbing hidup saya, pendidik saya, yang telah membesarkan dan mendidik saya untuk bersikap terbuka, kreatif dan bijaksana, yang memiliki peran sangat penting dan tak terhingga.
9.            Khusus Siti Nur Aeni, istri saya, yang banyak memberikan dorongan semangat untuk terus menuntut ilmu dan selalu memberikan inspirasi dalam hidup ini.
10.        Untuk semua pihak yang telah begitu banyak memberikan inspirasi baik secara langsung maupun tak langsung.
Akhirnya kepada mereka senantiasa penulis berharap semoga Allah SWT membalas budi baik tersebut, dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya. Amin.

Jakarta, 25 Oktober 2010
Penulis 

DAFTAR ISI

ABSTRAK ...........................................................................................................  i
LEMBAR PERSETUJUAN ..............................................................................  iii
KATA PENGANTAR ........................................................................................  iv
DAFTAR ISI ........................................................................................................  vi
DAFTAR TABEL ...............................................................................................  viii
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................  ix
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah ......................................................................  1
B.     Identifikasi Masalah ............................................................................  5
C.     Pembatasan Masalah ............................................................................  6
D.    Perumusan Masalah .............................................................................  6
E.     Kegunaan Penelitian ............................................................................  7
BAB II KERANGKA TEORITIS, METODE INQUIRY
DAN KERANGKA BERPIKIR TINDAKAN
A.    Kajian Pustaka ..................................................................................  8
1.      Hakikat Hasil Belajar Pkn ...........................................................  8
2.      Hakikat Metode Inquiry .............................................................  23
B.     Kerangka Pikir Tindakan ..................................................................  28
BAB III METODE PENELITIAN KUALITATIF
A.    Tujuan Penelitian ..............................................................................  32
B.     Waktu Dan Tempat Penelitian ..........................................................  32
C.     Metode Penelitian .............................................................................  32
D.    Sumber Data .....................................................................................  36
E.     Tekhnik Pengumpulan Data ..............................................................  36
F.      Langkah-langkah Penelitian ..............................................................  38
G.    Teknik Analisa Data .........................................................................  45
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Data Hasil Penelitian ........................................................  46
1.      Sejarah singkat berdirinya SMP Islam Al-Asmaniyah ................  46
2.      Visi Dan Misi ..............................................................................  46
3.      Keadaan Siswa, Guru Dan Karyawan ........................................  47
B.     Pembahasan....................................................................................... 49
C.     Temuan Penelitian .............................................................................  55
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A.    Kesimpulan .......................................................................................  57
B.     Implikasi ...........................................................................................  59
C.     Saran-saran ........................................................................................  58
DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................  62
LAMPIRAN-LAMPIRAN .................................................................................  64


DAFTAR TABEL

Tabel 1 Keadaan siswa/I SMP Islam Al-Asmaniyah ...........................................  47
Tabel 2 Daftar Personal SMP Islam Al-Asmaniyah .............................................  47
Tabel 3 Keadaan Sarana dan prasarana ................................................................  49

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1: RPP................................................................................................... 64
Lampiran 2: RPP................................................................................................... 66
Lampiran 3: RPP................................................................................................... 68
Lampiran 4: Perencanaan Tindakan Siklus I ........................................................  70
Lampiran 5: Nilai hasil belajar sikus I................................................................... 71
Lampiran 6: Hasil observasi siklus I .....................................................................  73
Lampiran 7: Hasil observasi siklus I .....................................................................  74
Lampiran 8: Hasil observasi siklus I .....................................................................  75
Lampiran 9: Hasil wawancara informan 1, pada siklus I .....................................  76
Lampiran 10: Hasil wawancara informan 2, pada siklus I ...................................  77
Lampiran 11: Hasil wawancara informan 3, pada siklus I ...................................  78
Lampiran 12: Hasil wawancara key forman siklus I ............................................  79
Lampiran 13: Perencanaan Tindakan Siklus II .....................................................  82
Lampiran 14: Nilai hasil belajar siklus II ..............................................................  83
Lampiran 15: Hasil observasi siklus II .................................................................  84
Lampiran 16: Hasil observasi siklus II .................................................................  85
Lampiran 17: Hasil observasi siklus II .................................................................  86
Lampiran 18: Hasil wawancara informan 1, pada siklus II ..................................  87
Lampiran 19: Hasil wawancara informan 2, pada siklus II ..................................  88
Lampiran 20: Hasil wawancara informan 3, pada siklus II ..................................  89
Lampiran 21: Perencanaan Tindakan Siklus III ...................................................  90
Lampiran 22: Nilai hasil belajar siklus III ............................................................  92
Lampiran 23: Hasil observasi siklus III ................................................................  93
Lampiran 24: Hasil observasi siklus III ................................................................  94
Lampiran 25: Hasil observasi siklus III ................................................................  95
Lampiran 26: Hasil wawancara informan 1, pada siklus III ................................  96
Lampiran 27: Hasil wawancara informan 2, pada siklus III ................................  97
Lampiran 28: Hasil wawancara informan 3, pada siklus III ................................  99
Lampiran 29: Hasil wawancara key forman siklus III .........................................  100
Lampiran 30: Hasil wawancara siklus III .............................................................  101
Lampiran 31: Dokumentasi Kegiatan ...................................................................  102
 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan faktor utama yang berpengaruh penting untuk perkembangan generasi muda sebagai penerus bangsa, serta pendidikan merupakan usaha untuk menyiapkan siswa yang dapat berperan dalam masyarakat  yang akan datang, baik sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat, hal tersebut bisa dilakukan melalui pemberian bimbingan, pelatihan dan pengajaran.
Pendidikan juga merupakan kebutuhan setiap warga negara yang selalu mendambakan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai unsur pokok dalam pembangunan negara. Pendidikan nasional suatu negara mempunyai tujuan tertentu termasuk pendidikan yang ada di Indonesia. Tujuan pendidikan di Indonesia tertuang dalam Undang-undang sistem pendidikan pasal 3 tahun 2003 yang berbunyi:
“Pendidikan nasional berpungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung  jawab.”[1]
                                                                                                    

1
 
Gambaran pendidikan dilihat dari teori pendidikan secara faktual adalah aktivitas sekelompok orang dan guru yang melaksanakan kegiatan pendidikan untuk orang-orang muda dan secara perspektif memberi petunjuk bahwa pendidikan adalah muatan, arahan, pilihan yang telah ditetapkan sebagai wahana pengembangan masa depan anak didik yang tidak terlepas dari keharusan kontrol manusia. Pemahaman mengenai pendidikan mengacu kepada konsep tersebut menggambarkan bahwa pendidikan seperti sifat sasarannya yaitu manusia.
Pendidikan menurut Charles E. Silberman tidak sama dengan pengajaran, karena pengajaran hanya menitik beratkan pada usaha mengembangkan intelektualitas manusia, sedangkan pendidikan berusaha mengembangkan seluruh asfek kepribadian dan kemampuan manusia, baik dilihat dari asfek kognitif, apektif, dan psikomotorik.[2]
O'Connor berpendapat bahwa suatu teori pendidikan perlu memiliki syarat-syarat seperti logis yaitu memenuhi syarat-syarat untuk berfikir lurus dan benar, deskriptif atau penggambaran berarti dipaparkan secara jelas, dan menjelaskan berarti memberikan penerangan.[3]
Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran  para pendidik disamping harus menguasai bahan dan materi pelajaran, tentu pula harus mengetahui bagaimana cara materi pelajaran itu disampaikan dan mengetahui karakteristik setiap siswa yang menerima materi pelajaran tersebut. Terkadang kegagalan pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran bukan karena pendidik yang kurang menguasai materi, akan tetapi karena pendidik tidak tahu bagaimana cara menyampaikan materi pelajaran tersebut dengan baik, sehingga siswa dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan dan mengasyikan, maka pendidik perlu memiliki pengetahuan tentang pendekatan dan teknik-teknik pembelajaran dengan memahami teori-teori belajar dan teknik mengajar yang baik dan tepat.
Pembelajaran yang terjadi sekarang ini secara umum di sekolah menunjukan bahwa banyak siswa yang datang ke sekolah secara terpaksa, karena sistem pembelajaran yang cenderung menggunakan sistem yang mengikat. Untuk itu agar perasaan terpaksa dalam dalam belajar tidak berlanjut, maka sekolah harus melakukan perubahan-perubahan dalam kerangka berpikir pendidik dan para siswanya.
Para pendidik di sekolah sebagai penanggung jawab pembelajaran dalam institusi, sekolah harus membuat terobosan-terobosan pengajaran untuk memecahkan problematika belajar para siswanya. Setelah itu pendidik memberikan teknik-teknik belajar kepada siswa tentang bagaimana cara belajar yang baik. Dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta mengasyikan  bagi para siswa, maka para pendidik diharapkan dapat menggunakan metode-metode belajar yang sesuai. Dengan demikian  perlu bagi para pendidik  mengadakan perbaikan  dalam proses belajar mengajar  agar pengajaran dan pendidikan mencapai sasaran yang tepat sesuai dengan yang diinginkan.
Berdasarkan pendidikan seumur hidup dan kehidupan seorang anak yang paling banyak terdapat  dalam lingkungan keluarga, maka keluarga adalah lingkungan yang pertama dari seorang anak untuk mendapatkan didikan dan bimbingan dari orang tua. Secara kodrati sebagai penanggung jawab atas kewajibannya untuk memelihara, membina, melayani dan membantu memecahkan masalah yang dihadapi anak. Oleh karena itu lingkungan keluarga merupakan lembaga potensi dalam membina dan mengembangkan kepribadian, kecerdasan, bakat, dan minat anak.
Dalam kegiatan belajar mengajar siswa kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang terutama pada mata pelajaran PKn hasilnya masih sangat kurang memuaskan dan masih banyak juga siswa yang nilainya di bawah KKM, yaitu mencapai nilai minimal 65, karena itu peneliti  berusaha meningkatkan hasil belajar PKn tersebut dengan menggunakan metode inquiry supaya hasil siswa kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang dapat mencapai di atas KKM sesuai harapan dari peneliti.
Karena itu peneliti mencoba menggunakan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) dengan komponen "Inquiry" (menemukan) siswa diharapkan dapat menemukan sendiri penyelesaian permasalahan materi PKn yang ada di semester II ini, sehingga hasil belajar siswa kelas VIII dapat mencapai nilai di atas KKM.
Dengan demikan peneliti bermaksud untuk meningkatkan hasil belajar PKn di kelas VIII semester II SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang dengan pendekatan CTL yang menggunakan komponen "inquiry" (menemukan), semoga hasil belajar  siswa kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang dapat meningkat.
Pendekatan Konstektual (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Dari uraian yang telah disampaikan, maka timbul ketertarikan dari penulis untuk mengetahui seberapa hasil belajar PKn siswa kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang. Jika penulis menggunakan metode pendekatan konstektual dengan komponen inquiry (menemukan). Berdasarkan masalah tersebut bagi penulis yang menarik untuk diteliti tentang upaya meningkatkan hasil belajar PKn pada konsep pelaksanaan demokrasi  melalui metode inquiry, penelitian pada siswa kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang.     

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka identifikasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana hasil belajar PKn siswa kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang?
  2. Bagaimana cara melakukan metode inquiry?
  3.  Bagaimana cara meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang?
  4. Bagaimana upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa melalui metode inquiry?  

C. Pembatasan Masalah
Untuk memberikan batasan agar penelitian terfokus, maka penelitian dibatasi pada upaya meningkatkan hasil belajar PKn pada konsep pelaksanaan demokrasi melalui metode inquiry.
Hasil belajar yang dipakai adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program RPP dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu berupa nilai post test.
Metode inqury adalah suatu metode menemukan jawaban sendiri tentang apa yang telah dipelajari oleh siswa, belajar akan lebih bermakna dan berhasil jika anak "mengalami" apa yang dipelajarinya bukan mengetahuinya.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang dikemukakan di atas, maka perumusan dalam masalah ini adalah sebagai berikut "Bagaimana upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa melalui metode inquiry".


E. Kegunaan Penelitian
Setiap penelitian tentu ada manfaatnya, adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi:
  1. Bagi pendidik bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan agar dapat menggunakan metode yang tepat, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
  2. Untuk melengkapi dan memenuhi persyaratan dalam mencapai gelar Sarjana Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
  3. Bagi SMP Islam Al-Asmaniyah, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk mengadakan revisi dalam penggunaan metode-metode pembelajaran yang lebih baik dan bisa menyenangkan siswa, sehingga hasil kegiatan belajar mengajar khususnya di SMP Islam Al-Asmaniyah dapat berhasil dengan baik dan memuaskan.
  4. Bagi STKIP Kusuma Negara, hasil penelitian ini dapat dijadikan indikator dalam memajukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.






[1] UUSPN Bab: 3 Th. 2003
[2] Syaiful Sagala. Konsep Dan Makna Pembelajaran. Jakarta: Alfabeta. Hal. 5
[3]  Ibid. Hal. 7s


BAB II
KAJIAN PUSTAKA, DAN KERANGKA BERFIKIR TINDAKAN

A.   

8
 
Kajian Pustaka
  1. Hakikat Hasil Belajar PKn
Setiap kegiatan yang dilakukan seseorang tentunya mengharapkan suatu hasil, begitu pula dengan halnya kegiatan belajar. Dari kegiatan belajar diharapkan dapat menghasilkan sesuatu sebagai hasil proses belajar, untuk mengetahui keberhasilan belajar perlu diadakan penilaian hasil belajar.
Hasil belajar dapat diartikan sebagai prestasi. Menurut Poerwadarminta "prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya)".[1]
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hasil belajar didefinisikan penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka yang diberikan guru.[2]
Menurut Ametenbun, bahwa definisi hasil belajar adalah "nilai akhir dari seorang siswa yang diukur melalui tekhnik evaluasi, memenuhi asfek evaluasi dan dapat digunakan sebagai petunjuk seberapa jauh materi pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa".[3]
Sedangkan menurut Nasution Hasil belajar adalah "suatu perubahan yang terjadi pada individu yang belajar, bukan saja perubahan mengenai pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk kecakapan dan  penghargaan dalam diri pribadi yang belajar".[4]
Asubel sebagaimana dikutif oleh Dahar, menyatakan bahwa hasil belajar merupakan salah satu syarat untuk terjadinya belajar bermakna, yaitu "suatu proses yang mengaitkan informasi baru dengan konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang".[5]
Kingsley, sebagaimana dikutif oleh Nana Sudjana, membagi hasil belajar menjadi tiga macam, yaitu:
1)      Keterampilan Dan Kebiasaan
2)      Pengetahuan Dan Pengertian
3)      Sikap Dan Cita-cita[6]
Gagne, sebagaimana dikutif oleh Warsito, membagi hasil belajar menjadi lima kategori, yaitu:
1)      Keterampilan Intelektual
2)      Informasi Verbal
3)      Strategi Kognitif
4)      Keterampilan Motorik
5)      Sikap[7]
Belajar adalah key term (istilah kunci) yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan,[8] sehingga belajar sesungguhnya tidak pernah ada pendidikan. sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya kependidikan. Misalnya psikologi pendidikan, karena dengan demikian pentingnya arti belajar, maka bagian terbesar upaya riset dan eksperimen psikologi pendidikanpun diarahkan pada tercapainya pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai proses perubahan manusia itu.
Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. Karena kemampuan berubahlah manusia terbebas dari kemandegan fungsinya sebagai khalifah di bumi. Selain itu, dengan berubah melalui belajar itu, manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih dan menetapkan keputusan-keputusan yang penting untuk kehidupannya.
Banyak sekali kalau bukan seluruhnya bentuk-bentuk perubahan yang terdapat dalam diri manusia yang bergantung pada belajar, sehingga kualitas peradaban manusia juga terpulang pada materi dan cara ia belajar. E.L. Thorndike meramalkan, jika kemampuan belajar umat manusia dikurangi setengahnya saja maka peradaban yang ada sekarang tak akan berguna bagi generasi mendatang, bahkan mungkin peradaban itu sendiri akan lenyap ditelan zaman.[9]
Belajar juga memainkan peran penting dalam mempertahankan kehidupan sekelompok umat manusia (bangsa) ditengah-tengah persaingan yang semakin ketat diantara bangsa-bangsa lainnya yang lebih maju dahulu karena belajar. Akibat persaingan tersebut, kenyataan tragis juga bisa terjadi karena belajar. Contoh tidak sedikit orang pintar yang menggunakan kepintarannya untuk mengintimidasi bahkan menghancurkan kehidupan orang lain.
Fontana (1981) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan yang relatif tetap dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman.[10]
Robert Gagne (1985) juga menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan dalam kemampuan yang bertahan lama dan bukan berasal dari proses pertumbuhan.[11]
Robert Gagne juga memberikan delapan jenis belajar yaitu:
1)            Belajar Isyarat (Learning)
2)            Belajar Stimulus Respon (Stimulus, Response Learning)
3)            Belajar Rangkaian (Chaining Learning)
4)            Belajar Asosiasi Verbal (Verbal Association Learning)
5)            Belajar Membedakan (Driscimination Learning).[12]
Menurut Bloom, sebagaimana dikutif oleh Ruseffendi, bahwa hasil belajar dibagi menjadi tiga ranah, yaitu:
1)      Ranah Kognitif
2)      Ranah Afektif
3)      Ranah Psikomotor[13]
Muhibbin Syah menyatakan bahwa untuk mengungkap hasil belajar yang ideal harus meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Namun demikian, pengukuran perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah murid sangatlah sulit. Hal ini disebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat intangible (tidak dapat diraba). Oleh sebab itu, yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa, baik yang berdimensi cipta, rasa, maupun yang berdimensi karsa.[14]
Dari beberapa definisi tentang hasil belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil dari proses belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik, perubahan tersebut bersifat tetap untuk jangka waktu yang cukup panjang. Perubahan tersebut mencakup berbagai aspek, baik berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, maupun pengertian. Selain itu, hasil belajar juga dipengaruhi oleh faktor individual dan faktor sosial.
Berdasarkan teori-teori di atas yang dimaksud dengan prestasi atau hasil belajar adalah perolehan skor setiap siswa dalam mengerjakan suatu tes. Tes tersebut diselenggarakan setelah siswa mengalami proses kegiatan belajar mengajar yang materi dan tujuan instruksionalnya telah ditentukan sebelumnya.
Dalam Permendiknas nomor 20 tahun 2007 tentang standar penilaian dinyatakan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut:
1.            Menginformasikan silabus mata pelajaran yang didalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester.
2.            Mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih tekhnik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran.
3.            Mengembangkan instrumen dan pedoman penilaan sesuai dengan bentuk dan tekhnik penilaian yang dipilih.
4.            Melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan bentuk lain yang diperlukan.
5.            Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik.
6.            Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai komentar yang mendidik.
7.            Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
8.            Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh.
9.            Melaporkan hasil penilaian kepribadian kepada guru pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori baik, sangat baik atau kurang baik.
Hasil belajar adalah prestasi belajar yang di simbolkan melalui angka numerik yag diperoleh siswa dari hasil tes yang dilakukan oleh guru setelah siswa mengalami proses pembelajaran. Belajar memiliki teori-teori tertentu, sebagai berikut:
2.1  Teori Contructivism
Teori Contructivism, lahir sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap penemuan para ahli sebelumnya yang menyatakan bahwa belajar sebagai proses hubungan stimulus-respons-reinforcement. Teori ini dibangun atas beberapa teori belajar kognitif yang meliputi teori Gestalt, cognitif field, cognitif development, discovery, dan teori humanitis.
Berdasarkan pada berbagai landasan teori psikologi tersebut, teori contructivism berpendapat bahwa tingkah laku seseorang tidak hanya dikontrol oleh reward dan reinforcement sebagai yang terdapat pada teori belajar psikologi behavioristik, jika teori behavioristik mengatakan, bahwa belajar dapat diamati secara langsung, maka teori contructivism menyatakan bahwa belajar adalah proses kegiatan mental yang tidak dapat disaksikan dari luar.[15] 
2.2  Teori Conditioning
Secara harfiah, conditioning berarti penciptaan baru. Teori ini dikembangkan oleh Ivan Paplop (1849-1936) dengan berdasarkan pada hasil percobaan dengan menggunakan anjing. Berdasarkan percobaannya ini, Paplop merumuskan teori belajar sebagai berikut:
a)      Bahwa suatu perbuatan atau reflek dapat dipindahkan keperbuatan  atau reflek yang lainnya.
b)      Bahwa belajar erat kaitannya dengan prinsip penguatan kembali, atau dengan kata lain, bahwa pengulangan-pengulangan dalam hal belajar adalah penting dilakukan.[16]
Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa pada dasarnya teori pembelajaran conditioning ini bersumber pada kajian tentang psikologi manusia, penciptaan kondisi yang sama secara berulang-ulang menjadi hal yang sangat menentukan terjadinya kegiatan proses belajar mengajar.
2.3  Teori Connectinism
Teori pembelajaran Connectinism ditemukan oleh Edward L. Thorndike (1874-1949). Menurut teori ini, bahwa belajar pada dasarnya merupakan sebuah proses asosiasi antara kesan panca indera (sense of impression) dengan impuls (tekanan) untuk bertindak (impuls to action).[17]
Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan modern. Negara kebangsaan modern adalah negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan atau nasionalisme, yaitu pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik atau golongannya.
Komitmen dan konsistensi yang kuat terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara historis, negara Indonesia telah diciptakan sebagai negara kesatuan dengan bentuk Republik.
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam perkembangan sejak proklamasi 17 agustus 1945 sampai dengan penghujung abad ke-20, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancam keutuhan negara. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendalam dan komitmen yang kuat serta konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Yang berdasarkan kepada Pancasila dan Undang-undang dasar 1945. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.
Indonesia harus menghindari sistem Pemerintahan otoriter yang memasung hak-hak warga negara untuk menjalankan prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kehidupan yang demokratis dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintahan dan organisasi-organisasi non Pemerintahan perlu dikenali, dipahami, diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya pelaksanaaan prinsip-prinsip demokrasi. Selain itu, perlu pula ditanamkan kesadaran bela negara, penghargaan terhadap hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian  lingkungan hidup, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, serta sikap dan perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme.
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran  yang memfokuskan kepada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-undang dasar 1945.
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:[18]
1)      Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.
2)      Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta anti korupsi.
3)      Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya.
4)      Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanpaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi.
Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1)      Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi:
a)      Hidup rukun dalam perbedaan
b)       Cinta lingkungan
c)      Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia
d)     Sumpah pemuda
e)      Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
f)       Partisipasi dalam pembelaan negara
g)      Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia
h)      Keterbukaan dan jaminan keadilan
2)      Norma hukum dan peraturan, meliputi:
a)      Tertib dalam kehidupan keluarga
b)      Tata tertib dalam sekolah
c)      Norma yang berlaku dimasyarakat
d)     Peraturan-peraturan daerah
e)      Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
f)       Sistem hukum peradilan Nasional
g)      Hukum peradilan Internasional
3)      Hak asasi manusia meliputi:
a)      Hak dan kewajiban anak
b)      Hak dan kewajiban anggota masyarakat
c)      Instrument Nasional Dan Internasional HAM
d)     Pemajuan, Penghormatan, Dan Perlindungan HAM
4)      Kebutuhan warga meliputi"
a)      Hidup gotong royong
b)      Harga diri sebagai warga masyarakat
c)      Kebebasan berorganisasi
d)     Kemerdekaan mengeluarkan pendapat
e)      Menghargai keputusan bersama
f)       Prestasi diri
g)      Persamaan kedudukan warga negara
5)      Konstitusi negara meliputi:
a)      Proklamasi kemerdekaan
b)      Hubungan dasar negara dengan konstitusi
6)      Kekuasaan dan politik meliputi:
a)      Pemerintah desa dan kecamatan
b)      Pemerintahan daerah dan otonomi
c)      Pemerintahan pusat
d)     Demokrasi dan sistem politik
e)      Budaya politik
f)       Budaya demokrasi menuju masyarakat madani
g)      Sistem pemerintahan
h)      Pers dalam masyarakat demokrasi
7)      Pancasila meliputi:
a)      Kedudukan pancasila sebagai dasar negara dan idiologi negara
b)      Proses perumusan pancasila sebagai dasar negara
c)      Pengalaman nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari
d)     Pancasila sebagai idiologi terbuka
8)      Globalisasi meliputi:
a)      Globalisasi dilingkungannya
b)      Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi
c)      Hubungan Nasional Dan Internasional
d)     Mengevaluasi globalisasi[19]
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar PKn adalah sebagai berikut:
a)      Faktor keluarga yang sangat berpengaruh besar terhadap kerajinan siswa dalam belajar PKn di rumah, serta mendukung sekali semangat siswa dalam belajar.
b)      Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap siswa dalam belajar karena, dalam kehidupan sehari-hari siswa juga bergaul dengan lingkungan disekitarnya, sehingga bisa mempengaruhi perkembangan jiwa siswa tersebut.
c)      Fakor sekolah dimana sarana dan prasarana di sekolah serta situasi di sekolah juga bisa mempengaruhi hasil belajar siswa.
d)     Faktor metode guru dalam penyampaian materi pelajaran PKn di sekolah, sebaiknya guru menggunakan metode yang kira-kira cocok dan bisa menarik perhatian minat belajar siswa, sehingga siswa merasa senang dengan pelajaran PKn.
e)      Faktor dari dalam diri siswa itu sendiri, dimana siswa harus selalu aktif dan rajin dalam belajar sehingga hasil belajar dapat meningkat.
Faktor lain metode inquiry dalam meningkatkan hasil belajar PKn adalah terkadang siswa yang pasif dan acuh terhadap pembahasan materi, maka dalam hal demikian guru hendaknya memperhatikan dan memberikan motivasi kepada siswa supaya seluruh siswa ikut serta dalam inquiry.
Dari teori dan pendapat di atas dapat disintesiskan bahwa hasil belajar PKn dapat diduga adanya hubungan antara metode inquiry dengan hasil belajar PKn dikarenakan metode inquiry akan dapat lebih berhasil atau tercapai karena siswa bisa menemukan sendiri jawaban-jawaban terhadap pertanyaan pada materi PKn, sehingga proses belajar mengajar dapat aktif dan membahagiakan serta bisa menumbuhkan semangat belajar pada siswa. 

2.      Hakikat Metode Inquiry
Metode Inquiry adalah suatu metode menemukan jawaban sendiri tentang apa yang telah dipelajari oleh siswa, belajar akan lebih baik dan bermakna jika anak mengalami "apa yang dipelajarinya" bukan mengetahuinya.
Dalam menggunakan metode seperti ini dibutuhkan pendekatan yang sesuai. Pendekatan ini bertolak dari pandangan bahwa siswa sebagai subjek dan objek dalam belajar, mempunyai kemampuan dasar untuk berkembang  secara optimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Proses pembelajaran harus dipandang sebagai stimulus yang dapat menantang siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Peranan guru lebih banyak menetapkan diri sebagai pembimbing atau pemimpin belajar dan fasilitator belajar. Dengan demikian siswa lebih banyak melakukan kegiatan sendiri  atau dalam bentuk kelompok memecahkan permasalahan dengan bimbingan guru.
Pembelajaran inquiry merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu benda, manusia atau peristiwa).
Joyce (dalam Gulo, 2005) mengemukakan kondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inqury bagi siswa, yaitu:[20]
1.      Aspek sosial di dalam kelas dan suasana bebas terbuka dan permisif yang mengundang siswa berdikusi.
2.      Berfokus pada hipotesis yang perlu diujiP kebenarannya.
3.      Penggunaan fakta sebagai evidensi dan di dalam proses pembelajaran dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta, sebagaimana lazimnya dalam pengujian hipotesis. 
Pendekatan inquiry merupakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakan dasar dan mengembangkan cara berfikir ilmiah, pendekatan ini menempatkan siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kekreatifan dalam memecahkan masalah, siswa betul-betul ditempatkan sebagai subjek yang belajar.
Peranan guru dalam pendekatan inquiry adalah pembimbing belajar dan fasilitator belajar, tugas utama guru adalah memilih masalah yang perlu dilontarkan kepada kelas untuk dipecahkan oleh siswa sendiri.
Pendekatan inquiry dapat dilaksanakan apabila dipenuhi syarat-syarat berikut:
1.      Guru harus terampil dalam memilih persoalan yang relevan untuk menantang siswa  dan sesuai dengan nalar siswa.
2.      Guru harus terampil dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa dan menciptakan situasi menyenangkan.
3.      Adanya fasilitas dan sumber belajar yang cukup.
4.      Adanya kebebasan siswa untuk berpendapat, berkarya, dan berdiskusi.
5.      Partisipasi siswa dalam setiap kegiatan belajar.
6.      Guru tidak banyak campur tangan dan intervensi terhadap kegiatan siswa.
Ada lima tahapan yang harus ditempuh dalam melaksanakan pendekatan inquiry, yaitu:
1.      Perumusan masalah untuk dipecahkan siswa.
2.      Menetapkan jawaban sementara atau lebih dikenal dengan istilah hipotesis.
3.      Siswa mencari informasi, data, dan fakta yang diperlukan untuk menjawab permasalahan.
4.      Menarik kesimpulan jawaban atau generalisasi.
5.      Mengaplikasikan kesimpulan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada saat tatap muka atau pada saat kegiatan terjadwal, dengan demikian dalam pendekatan inquiry model komunikasi yang digunakan, bukan komunikasi satu arah atau komunikasi sebagai aksi, tetapi komunikasi banyak arah.
Studi dan penelitian terhadap kedua pendekatan ini telah banyak dilakukan, berbagai studi tersebut antara lain menyimpulkan bahwa pendekatan ekspositori dan inquiry tidak berbeda efektifnya dalam mencapai hasil belajar yang bersifat informasi, fakta dan konsep, tetapi berbeda secara signifikan dalam mencapai keterampilan berfikir, pendekatan inquiry lebih efektif dari pendekatan ekspositori.










Pendekatan Inquiry/Discovery dalam Pembelajaran

 
























Siklus dalam metode inquiry adalah merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran, siklus inquiry tersebut terdiri dari:
1)      Observasi
2)      Bertanya
3)      Mengajukan dugaan
4)      Pengumpulan data
5)      Penyimpulan
Metode inquiry tersebut mungkin bisa berimbas atau  menyebabkan siswa lebih mudah memahami serta bisa aktif  dan kreatif untuk menemukan sendiri tentang jawaban materi PKn, sehingga hasil belajar PKn bisa lebih meningkat dengan baik.
Langkah-langkah yang akan peneliti gunakan dalam metode pembelajaran inquiry adalah sebagai berikut:
1)      Merumuskan masalah dalam mata pelajaran PKn kelas VIII di semester II.
2)      Mengamati atau melakukan observasi tentang buku paket materi PKn atau sumber lain yang berhubungan dengan materi PKn kelas VIII semester II, serta mengumpulkan hasil post test dari siswa.
3)      Menganalisis hasil post test di setiap siklus, serta hasil wawancara dengan siswa.
4)      Menyajikan hasil pada guru kolaborasi dan pada siswa.
Maka dengan itu peneliti melakukan perumusan, pengamatan, penganalisisan, dan penyajian hasil pada setiap siklus yang telah dilakukan peneliti. Diharapkan dengan penelitian itu dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

B.     Kerangka Pikir Tindakan
Teori hasil belajar PKn adalah merupakan suatu cara atau konsep yang digunakan sebagai dasar untuk mengatasi masalah-masalah atau kejadian-kejadian secara lebih tepat, guna meningkatkan hasil belajar PKn, agar dapat mencapai target yang telah ditentukan dalam kegiatan belajar mengajar.
Dalam dunia pendidikan termasuk persekolahan baik modern maupun tradisional, peranan guru ikut menentukan out put atau hasil lulusan dari lembaga persekolahan yang bersangkutan. Dalam sistem persekolahan yang menggunakan peralatan tekhnologi modern seperti televisi, radio, internet dan dikelola dengan manajemen modern, membutuhkan seorang guru untuk membuat program dan menjabarkan kurikulum ke dalam pokok bahasan dan persiapan pembelajaran.
Materi pelajaran yang terdiri dari berbagai pokok bahasan terkadang memuat materi-materi yang memerlukan metode-metode tertentu dalam penyampaiannya agar tujuan pembelajaran yang dicapai dapat diperoleh secara optimal.
Materi pelajaran atau pokok bahasan yang disampaikan dengan metode yang sesuai pilihan guru akan menambah daya tarik siswa untuk mempelajarinya. Daya tarik ini secara otomatis akan merangsang sekaligus mendorong timbulnya motivasi siswa terhadap materi tersebut, sehingga berakibat pada hasil belajarnya.
Dalam hal ini sudah sepatutnya seorang guru berusaha membangkitkan motivasi siswa untuk menguasai pengetahuan yang terkandung dalam bidang studinya, salah satunya dengan jalan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Jika motivasi belajar siswa meningkat, maka hasil belajar akan meningkat pula. Oleh karenanya, motivasi belajar merupakan salah satu indikator dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Banyak faktor yang mempengaruhi motivasi seseorang dalam belajar, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Guru memegang peranan penting dalam pembelajaran siswa, terlebih pada metode pembelajaran yang dipakai. Seorang guru mesti memiliki kemampuan dalam menguasai kelas, memiliki metode yang sesuai dan variatif, diantara metode pembelajaran yang sesuai dengan teori conditioning adalah metode inquiry.
Metode Inquiry merupakan metode yang akan digunakan untuk kegiatan inti dalam pembelajaran, karena metode ini adalah suatu metode menemukan jawaban sendiri, jadi siswa bisa lebih mudah, lebih aktif serta lebih kretaif  dalam menjawab pertanyaan post tes yang diberikan oleh guru, sehingga hasil belajar dapat meningkat dengan baik.
Keterkaitan antara hasil belajar PKn dengan metode inqury ini sangat erat sekali, karena metode ini sangat bisa meningkatkan hasil belajar siswa, selain itu metode  pembelajaran inquiry mempunyai keunggulan dan kelebihan tersendiri, yaitu:
1)      Siswa dapat menemukan sendiri jawaban atas pertanyaan post tes dan wawancara yang diberikan oleh guru.
2)      Siswa dapat mempunyai pengetahuan, kecerdasan, dan wawasan yang luas dalam menjawab pertanyaan, karena siswa menemukan sendiri jawaban tersebut dan bukan menurut buku.
3)      Siswa dapat mengalami sendiri tentang apa yang sedang dipelajari dan bukan hanya mengetahuinya.
4)      Siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, karena jawaban tersebut dari hasil pemikirannya sendiri.
5)      Siswa dapat saling bertanya jawab dengan temannya untuk mendapatkan masukan, sehingga dapat memunculkan ide-ide tersendiri dari pikirannya sendiri untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
Melalui metode pembelajaran inquiry diharapkan siswa dapat belajar mengetahui (learning to know), belajar bekerja (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be), jika ini dilakukan, maka diyakinkan bahwa prestasi belajar PKn siswa akan meningkat.



[1] Poerwadarminta. 1997. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka. Hal. 786
[2] Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Hal. 699
[3] Ametenbun. 1981 Managemen Kelas Penuntun Guru Dan Calon Guru. Bandung: IKIP Bandung. Hal. 272
[4] S. Nasution. 1994. Didaktik Asas-Asas Mengajar. Bandung: Bumi Aksara. Hal. 24
[5] Ratna Wilis Dahar. 1989. Teori-TeoriBelajar. Jakarta: Erlangga. Hal. 111
[6] Nana Sudjana 1991. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hal. 22
[7] Warsito. 1998. Pengaruh Metode Penugasan Dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Kalkulus I. Tesis. Jakarta: PPS IKIP Jakarta. Hal. 24
[8]  Muhibbin Syah Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Hal. 93
[9] Ibid. Hal. 93
[10]  Sri Awan Asri. Yuliawati. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: STKIP Kusuma Negara 2007. Hal. 1
[11]  Ibid Hal. 1
[12]  Ibid Hal 5-6
[13] E.T Ruseffendi. 1991. Mengembangkan Kompetensi Dalam Pengajaran Matematika Untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Hal. 219
[14] Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hal. 89
[15] Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosda Karya 2006) Hal, 110
[16]  Alex Sobur, Psikologi Umum Dalam Lintasan Sejarah, (Bandung: Pustaka Setia, 2003) Hal. 225
[17]  Sudirman, dkk, Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Raju Grafindo Persada, 2006) Hal, 33
[18]  E. Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidkan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya 2007) Hal. 34
[19] Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk SMP. Jakarta: Bp Dharma Bhakti. 2006. Hal. 154-156
[20]    Sopan Amri&Iif Khoiru Ahmadi, Konstruksi Pengembangan Pembelajaran, Jakarta: Prestasi Pustaka, hal 200

 
BAB III
METODOLOGI  PENELITIAN

A.    Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan dan memperbaiki hasil belajar PKn siswa kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, dengan pembelajaran serta pemecahan masalah yang real yang muncul di dalam kelas dengan jalan Penelitian Tindakan Kelas yang menggunakan metode inquiry (menemukan).

B.     Waktu Dan Tempat Penelitian
1.      Waktu Penelitian
Adapun waktu penelitian terhitung selama empat bulan, sejak bulan September sampai dengan bulan Desember 2010.
2.      Tempat Penelitian
Penelitian diadakan di SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang di kelas VIII dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa.

C.    Metode Penelitian

32
 
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar sehingga metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kolaboratif antara peneliti dengan guru kolaborasi.
Rapoport mengartikan Penelitian Tindakan Kelas untuk membantu seseorang dalam mengatasi secara praktis persoalan yang dihadapi dalam situasi darurat dan membantu pencapaian tujuan ilmu sosial dengan kerja sama dalam kerangka etika yang disepakati bersama.[1]
Adapun tujuan dari PTK ini adalah selain untuk memecahkan permasalahan konkrit di dalam kelas yang dialami langsung oleh guru dan siswa, juga untuk mendorong tumbuhnya budaya akademis dan meningkatkan profesionalisme guru.
Dengan PTK , diharapkan budaya akademis guru lebih bergairah. Kesan selama ini bahwa guru hanya bergelut pada rutinitas tugas-tugas pengajarannya secara statis. Padahal dibalik itu, masih ada tugas profesi lainnya yang harus menjadi budaya akademis seperti PTK tersebut. Jika budaya akademis guru meningkat, maka ada kecenderungan akan berpengaruh signifikan terhadap kualitas PBM.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan bentuk siklus atau melingkar. Penelitian kualitatif dimulai dengan menentukan atau memilih suatu proyek penelitian, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan penelitian yang berhubungan dengan masalah penelitian. Seterusnya peneliti mengumpulkan data dengan membuat catatan lapangan sambil menganalisis data. Proses ini berulang-ulang beberapa kali sehingga pertanyaan penelitian mendapat jawaban dan dapat dibuat kesimpulan penelitian.
Menurut Sudjarwo (2001) pendekatan penelitian kualitatif harus memiliki prinsip yaitu peneliti harus menjadi partisipan yang aktif bersama objek yang diteliti.[2] Di sini diharapkan peneliti mampu melihat suatu fenomena dilapangan secara struktural dan fungsional. Maksud struktural di sini adalah peneliti harus melihat fenomena sosial dengan tidak melepaskan diri dari struktur bangun yang ada kaitannya dengan struktur lainnya. Sedangkan fungsional adalah peneliti harus mampu memahami suatu fenomena dari pandangan fungsinya dengan fenomena lain atau responden.
Berdasarkan variabel yang diteliti, masalah yang dirumuskan dan hipotesis yang diajukan, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara "Penelitian Tindakan Kelas" (PTK) atau "Classroom Action Research", yaitu penelitian yang dilakukan dalam proses belajar mengajar di kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang. Yaitu pada mata pelajaran PKn pada materi pokok bahasan tentang pelaksanaan demokrasi yang ada di semester II dengan menggunakan metode Pendekatan Konstektual (CTL) melalui komponen inquiry (menemukan).
Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menggunakan siklus pelaksanaan PTK dari "Kurt Lewin" yang terdiri dari beberapa siklus, dimana tiap-tiap siklus terdiri dari empat komponen, diantaranya yaitu:
1)      Perencanaan (Planning)
2)      Tindakan (Acting)
3)      Pengamatan (Observation)
4)      Refleksi (Reflecting).[3]
Hubungan ke empat komponen tersebut dipandang sebagai satu siklus, yang dapat digambarkan sebagai berikut.[4]











Berdasarkan analisis tersebut, maka dapat ditentukan apakah siklus selanjutnya perlu dilanjutkan atau tidak, sedangkan penelitian akan diakhiri atau dihentikan dengan ketentuan jika bedasarkan hasil pengamatan telah menunjukan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran sesuai rencana dan siswa memperlihatkan motivasi yang tinggi dalam belajar PKn.

D.    Sumber Data
Data diperoleh dari informan dan key forman. Adapun informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang. Yang berjumlah 30 orang siswa, sedangkan key informan sebagai kolaborator data adalah guru-guru.

E.     Teknik Pengumpulan  Data
Langkah-langkah dalam pengumpulan data terdiri dari:
1)      Memeriksa hasil test siswa baik tes individu maupun kelompok
2)      Memberi nilai hasil tes individu maupun kelompok
3)      Memasukkan ke daftar nilai siswa
4)      Hasil nilai tes wawancara individu maupun kelompok[5]
Proses pengumpulan data ini terdiri atas analisa data pada saat ini dilapangan yaitu pada saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan pada saat data tersebut sudah terkumpul semua. Data yang sudah terkumpul berupa hasil wawancara, observasi, dan hasil dari post tes tiap-tiap siklus.
Teknik pengumpula data dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui beberapa metode, yaitu:
  1. Wawancara
Sedikit banyak juga merupakan angket lisan, responden atau interviewee mengemukakan informasinya secara lisan dalam hubungan tatap muka, jadi responden tidak perlu menuliskan jawabannya, melalui tekhnik wawancara, peneliti bisa merangsang responden agar memiliki wawasan pengalaman yang lebih luas. Dengan wawancara juga, peneliti dapat menggali soal-soal penting yang belum terpikirkan dalam rencana penelitiannya. Wawancara juga tepat dipakai untuk mencari data dari anak-anak, tuna aksarawan, orang-orang yang mengalami kesulitan bahasa dan orang-orang yang intelegensinya pas-pasan saja.
  1. Observasi
Merupakan sebagai alat pengumpulan data, observasi akan memberikan sumbangan yang sangat penting dalam penelitian. Jenis-jenis informasi tertentu dapat diperoleh dengan baik melalui pengamatan langsung oleh peneliti.
  1. Referensi
Teknik ini dilaksanakan dengan cara mengumpulkan tulisan-tulisan para ilmuwan, baik dalam bentuk buku, majalah, artikel atau lainnya yang memuat teori-teori yang berhubungan dengan penelitian ini.
  1. Dokumentasi
Dokumentasi dimaksud berupa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pelaksanaan tindakan kelas.
Tahap analisa data dimulai dengan membaca keseluruhan data yang ada dari berbagai hasil tes, kemudian mengumpulkan data dan menyusun dalam satuan-satuan serta mengkategorikannya.
F.     Langkah-langkah Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuaitatif dengan cara penelitian tindakan kelas atau Classroom action research, yaitu penelitian yang dilakukan di kelas dalam proses belajar mengajar PKn di kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah.
Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menggunakan siklus pelaksanaan PTK dari Kurt Lewin yang terdiri dari beberapa siklus, dimana tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Adapun desain penelitian yang akan dilaksanakan dengan menggunakan siklus-siklus sebagai berikut:
1.      Siklus I
a.       Perencanaan
ü  Menyiapkan kelas tempat penelitian
ü  Membuat rencana pengajaran
ü  Mendiskusikan RPP dengan guru kolaborasi
ü  Menyiapkan materi ajar untuk setiap pertemuan
ü  Menyiapkan lembar observasi untuk informan dan key informan, pedoman wawancara, catatan lapangan serta keperluan lainnya.
ü  Menyiapkan soal post tes
ü  Menyiapkan peralatan dan dokumentasi yang diperlukan
ü  Kelas dibagi menjadi 5 (lima) kelompok
ü  Kelompok satu membahas tentang pengertian demokrasi dan menguraikan sejarah perkembangan demokrasi
ü  Kelompok dua membahas tentang macam-macam demokrasi
ü  Kelompok tiga membahas tentang pengertian reformasi dan menguraikan macam-macam reformasi
ü  Kelompok empat membahas tentang kehidupan demokratis
ü  Kelompok lima membahas tentang sikap positif terhadap pelaksanaan demokratis
b.      Pelaksanaan
ü  Menyiapkan langkah-langkah yang akan digunakan pada proses belajar mengajar melalui metode inquiry
ü  Siswa mempelajari materi tentang pelaksanaan demokrasi yang meliputi: pengertian demokrasi dan hakikat demokrasi
ü  Guru membimbing siswa untuk mempelajari materi tersebut di atas dengan menggunakan metode inquiry (menemukan)
ü  Mengerjakan soal-soal yang sudah dipersiapkan oleh guru berupa soal post tes
ü  Penilaian hasil post tes yang telah diberikan pada siklus I
ü  Mewancarai informan dan key informan
ü  Pengambilan dokumentasi


c.       Observasi
Dalam tahap ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanan observasi yang terdiri dari observasi terhadap informan dan key informan, serta mencatat semua hal yang terjadi selama proses belajar mengajar pada kegiatan belajar mengajar.
d.      Refleksi
Peneliti dan guru kolaborasi pada siklus I mendapatkan hasil observasi dan wawancara siswa.
2.      Siklus II
a.       Perencanaan
ü  Menyiapkan kelas tempat penelitian
ü  Membuat rencana pengajaran
ü  Mendiskusikan RPP dengan guru kolaborasi
ü  Menyiapkan materi ajar
ü  Menyiapkan lembar observasi untuk informan dan key informan, pedoman wawancara, catatan lapangan serta keperluan lainnya
ü  Menyiapan soal untuk diskusi kelompok
ü  Menyiapkan nama-nama kelompok yang akan digunakan dalam diskusi kelompok
ü  Menyiapkan peralatan dan dokumentasi yang diperlukan
b.      Pelaksanaan
ü  Menyiapkan langkah-langkah yang akan digunakan pada proses belajar mengajar melalui metode inquiry
ü  Siswa mempelajari materi pelaksanaan demokrasi yang meliputi pengertian demokrasi dan hakikat demokrasi
ü  Guru membimbing siswa untuk mempelajari materi tersebut di atas dengan menggunakan metode inquiry  (menemukan)
ü  Melaksanakan diskusi kelompok dengan materi yang sudah dipersiapkan oleh guru
ü  Penilaian hasil diskusi kelompok yang telah diberikan
ü  Mewancarai informan dan key informan
ü  Pengambilan dokumentasi
c.       Observasi
Dalam tahap ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan observasi yang terdiri dari observasi terhadap informan dan key informan, serta mencatat semua hal yang terjadi selama proses belajar mengajar.
d.      Refleksi
Peneliti dan guru kolaborasi pada siklus mendapatkan hasil observasi dan wawancara siswa.
  1. Siklus III
a.       Perencanaan
ü  Menyiapkan kelas tempat penelitian
ü  Membuat rencana pengajaran
ü  Mendiskusikan RPP dengan guru kolaborasi
ü  Menyiapkan materi ajar
ü  Menyiapkan lembar observasi untuk informan dan key informan, pedoman wawancara, catatan lapangan serta keperluan lainnya
ü  Menyiapkan soal untuk diskusi kelompok dan soal post tes
ü   Menyiapkan nama-nama kelompok yang akan digunakan dalam diskusi kelompok
ü  Menyiapkan peralatan dan dokumentasi yang diperlukan
b.      Pelaksanaan
ü  Menyiapkan langkah-langkah yang akan digunakan pada proses belajar mengajar melalui metode inquiry
ü  Siswa mempelajari materi pelaksanaan demokrasi yang meliputi pengertian demokrasi dan hakikat demokrasi
ü  Guru membimbing siswa untuk mempelajari materi tersebut di atas dengan menggunakan metode inquiry  (menemukan)
ü  Melaksanakan diskusi kelompok dengan materi yang sudah dipersiapkan oleh guru serta mengerjakan soal post tes
ü  Penilaian hasil diskusi kelompok dan hasil post tes
ü  Mewancarai informan dan key informan
ü  Pengambilan dokumentasi


c.       Observasi
Dalam tahap ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan observasi yang terdiri dari observasi terhadap informan dan key informan, serta mencatat semua hal yang terjadi selama proses belajar mengajar pada kegiatan belajar mengajar siklus III.
d.      Refleksi
Peneliti dan guru kolaborasi pada siklus ini mendapatkan hasil observasi dan wawancara siswa.
Adapun desain penelitian bisa digambarkan sebagai berikut:












SIKLUS I
SIKLUS II
SIKLUS III

Permasalahan upaya meningkatkan hasil belajar PKn
 



Perencanaan tindakan I : RPP
 












Pelaksanaan tindakan I : Inquiry, tes individu
 








Pengamatan/ pengumpulan data wawancara dan observasi siswa, serta hasil tes individu
 












Refleksi I
 





Refleksi II
 



Pengamatan/ pengumpulan data wawancara kelompok observasi kelompok, hasil tes kelompok
 



Pelaksanaan tindakan II : Inquiry, tes kelompok
 

Perencanaan tindakan II : RPP
 


Permasalahan baru hasil refleksi I
 

Refleksi III
 


Pengamatan/ pengumpulan data wawancara siswa dan guru kolaborasi, observasi kelompok, hasil tes individu dan kelompok
 



Pelaksanaan tindakan III ; Inquiry, tes individu dan kelompok
 

Perencanaan tindakan III : RPP
 


Permasalahan baru hasil refleksi II
 
Catatan: Apabila permasalahan belum terselesaikan dilanjutkan ke siklus selanjutnya.

G.    Teknik Analisa Data

Kerangka kerja analisis dilakukan secara bertahap, meliputi:
1.      Koleksi data, dalam hal ini peneliti menggunakan hasil observasi dan refleksi kemudian diajukan pertanyaan mengapa dan apa sebabnya sehingga mulai terbangun kesimpulan.
2.      Dalam analisis data penelitian ini menggunakan triangulasi (segitiga), mempertentangkan persepsi dan reaksi siswa dengan siswa lain dalam situasi kelas penelitian sehinga didapat kesimpulan yang objektif.
3.      Interpretasi dan kesimpulan yang telah ditriangulasi dicocokkan dengan acuan teoritik, menumbuhkan praktik dan pendapat guru atau peneliti sehingga menghasilkan refleksi.
4.      Refleksi yang dihasilkan peneliti dengan kolaborator disintesiskan untuk mendapatkan temuan penelitian.
Rangkaian kegiatan analisis tersebut di atas menentukan keberlajutan tindakan-tindakan lain dengan perencanaan strategi yang realistis yang dimonitor sendiri oleh guru dengan prosedur penelitian tindakan kelas.



[1] Gunawan Undang, Drs. Teknik Penelitian Tindakan Kelas. sayagatama. hal. 6
[2]  Iskandar. Metodologi Penelitian Pendidikan Dan Sosial. Jakarta: Gaung Persada Press. Hal. 203
[3]  Ibid. Hal. 101-102
[4] Kemmis&Mc Taggart. The Action Research Planner. (Deakin University. 1990) Hal. 14
[5] Mardalis. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. (Bumi Aksara. Jakarta: 2006 Hal. 77-79


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian
1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Islam Al-Asmaniyah
Yayasan SMP Islam Al-Asmaniyah dirintis sejak tahun 1424 H/2003 M, berasal dari pondok pesantren Salafiyah yang berdiri tahun 1995 M, dipimpin oleh Ustadz H. Ahmad Ghojali dan pada tanggal 27 Muharram 1424 H/2003 M. Pondok pesantren ini mulai membuka pendidikan formal setingkat SMP bertempat di Jl. Diklat Pemda Dukuhpinang Kelurahan Kelapa Dua Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang Banten menggunakan gudang yang dibeli oleh H. Asman, dengan niat tulus ikhlas beliaupun mewakafkan tanah seluas 3000 m2 untuk pendidikan Yayasan SMP Islam Al-Asmaniyah.
2. Visi Dan Misi
SMP Islam Al-Asmaniyah mempunyai visi terbentuknya manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, cerdas, terampil, berilmu pengetahuan dan teknologi yang berakhlak mulia. Serta SMP Islam Al-Asmaniyah juga mempunyai misi sebagai berikut:
a)      Beriman
b)      Bertaqwa kepada Allah SWT
c)      Cerdas
d)    

46
 
Terampil
e)      Berakhlak Karimah
f)       Menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
g)      Mampu mengaktualisasikan diri dan kehidupan bermasyarakat, bangsa dan negara.
3. Keadaan Siswa, Guru Dan Karyawan
a) Keadaan Siswa

Tabel 1
Keadaan Siswa/I Kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah
Kelapa Dua Tangerang

No
Kelas
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
1
VIII
10
20
30
Jumlah
10
20
30


b) Keadaan Guru Dan Karyawan

Tabel 2
Daftar Personal SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua
Kabupaten Tangerang

No
Nama
Jabatan
1
H. Achmad Sholihan
Ketua Yayasan
2
Hj. Tuti Kholilah S. Pd
Kepsek
3
H. Dede Mamad
Guru
4
Drs. Adung Zapen S. Ag
Guru
5
Ahmad Faizi S. Ag
Guru
6
Armat
Guru
7
Amrillah A. Ma
Guru
8
Nuryanto S. Pd
Guru
9
Parjana A. Ma
Guru
10
Ernawati A. Ma
Guru
11
M. Imron Rosyadi
Guru
12
Tajudin S. Ag
Guru
13
H. Ahmad Ghojali
Guru
14
Anwar
Guru
15
Neneng Santriwati A. Ma
Guru
16
Waris Saputra
Guru
17
Mochammad Yayan Diyana
Guru
18
Rohayati A. Ma
Guru
19
Iyan Sudrajat S. HI
Guru
20
Endang Artinngsih S. Pd
Guru
21
Maman Nurohman
Guru
22
M. Amrillah A. Ma
Guru
23
Siti Mushibatul Khoeroh
Guru
24
Hj. Siti Aminah
Guru
25
Sarif Hidayatullah
TU
26
Ata Otoy
Penjaga Sekolah
c) Keadaan Sarana Dan Prasarana

Tabel 3
Keadaan Sarana Dan Prasarana
SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Tangerang

No
Sarana Prasarana
Jumlah
1
Ruang Belajar
6
2
Ruang Guru
1
3
Mushola
1
4
LAB Komputer
1
5
Perpustakaan
1
6
Lapangan Voly
1
7
Taman Sekolah
1
8
Kantin
1
9
Lapangan Futsal
1
10
Ruang OSIS
1
11
Ruang Ke-Pramukaan
1



B.  Pembahasan
a. Siklus I
Tindakan siklus I ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 06 September 2010, bertempat diruang kelas VIII SMP Islam Asmaniyah Kelapa Dua Tangerang.  Dalam siklus I ini terbagi dalam beberapa tahap yang harus dilaksanakan untuk mengetahui hasil dari penelitian, yaitu terdiri dari:
1.      Tahap Perencanaan
    • Menyiapkan kelas tempat penelitian
    • Membuat rencana pengajaran
    • Mendiskusikan RPP dengan guru kolaborasi
    • Menyiapkan materi ajar untuk setiap pertemuan
    • Menyiapkan lembar observasi untuk informan dan key informan, pedoman wawancara, catatan lapangan serta keperluan lainnya.
    • Menyiapkan soal post tes untuk akhir siklus I
    • Menyiapkan peralatan dan dokumentasi yang diperlukan
2.Tahap Pelaksanaan
·         Menyiapkan langkah-langkah yang akan digunakan pada proses belajar mengajar melalui metode inquiry
·         Siswa mempelajari materi tentang pelaksanaan demokrasi yang meliputi: pengertian demokrasi dan hakikat demokrasi
·         Guru membimbing siswa untuk mempelajari materi tersebut di atas dengan menggunakan metode inquiry (menemukan)
·         Mengerjakan soal-soal yang sudah dipersiapkan oleh guru berupa soal post tes
·         Penilaian hasil post tes yang telah diberikan pada siklus I
·         Mewancarai informan dan key informan
·         Pengambilan dokumentasi
3.      Tahap Observasi
Dalam tahap ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanan observasi yang terdiri dari observasi terhadap informan dan key informan, serta mencatat semua hal yang terjadi selama proses belajar mengajar pada kegiatan belajar mengajar siklus I.
4.      Refleksi
Dari hasil penelitian peneliti dan guru kolaborasi pada siklus I tentang hasil observasi dan wawancara siswa ternyata, pada siklus I ini hasil belajar siswa belum mengalami peningkatan, bahkan nilai hasil belajar siswa masih banyak yang di bawah KKM  yaitu sebesar 19 Siswa, maka berdasarkan hasil refleksi tersebut peneliti perlu melanjutkan penelitian ke siklus berikutnya, yaitu siklus II.

b. Siklus II
Tindakan siklus II ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 17 Oktober 2010, bertempat diruang kelas VIII SMP Islam Asmaniyah Kelapa Dua Tangerang.  Dalam siklus II ini terbagi dalam beberapa tahap yang harus dilaksanakan untuk mengetahui hasil dari penelitian, yaitu terdiri dari:
1.      Tahap Perencanaan
    • Menyiapkan kelas tempat penelitian
    • Membuat rencana pengajaran
    • Mendiskusikan RPP dengan guru kolaborasi
    • Menyiapkan materi ajar untuk pertemuan pada siklus II
    • Menyiapkan lembar observasi untuk informan dan key informan, pedoman wawancara, catatan lapangan serta keperluan lainnya
    • Menyiapan soal untuk diskusi kelompok
    • Menyiapkan nama-nama kelompok yang akan digunakan dalam diskusi kelompok
    • Menyiapkan peralatan dan dokumentasi yang diperlukan
2.      Tahap Pelaksanaan
·         Menyiapkan langkah-langkah yang akan digunakan pada proses belajar mengajar melalui metode inquiry
·         Siswa mempelajari materi pelaksanaan demokrasi yang meliputi pengertian demokrasi dan hakikat demokrasi
·         Guru membimbing siswa untuk mempelajari materi tersebut di atas dengan menggunakan metode inquiry  (menemukan)
·         Melaksanakan diskusi kelompok dengan materi yang sudah dipersiapkan oleh guru
·         Penilaian hasil diskusi kelompok yang telah diberikan pada siklus II
·         Mewancarai informan dan key informan
·         Pengambilan dokumentasi
3.      Tahap Observasi
Dalam tahap ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan observasi yang terdiri dari observasi terhadap informan dan key informan, serta mencatat semua hal yang terjadi selama proses belajar mengajar pada kegiatan belajar mengajar siklus II.
4.      Refleksi
Dari hasil penelitian peneliti dan guru kolaborasi pada siklus II tentang hasil observasi dan wawancara siswa ternyata, pada siklus II ini   hasil belajar siswa sudah mengalami peningkatan, tetapi masih ada beberapa siswa yang nilainya masih di bawah KKM yaitu sebanyak 8 siswa, maka berdasarkan hasil refleksi tersebut peneliti perlu melanjutkan penelitian ke siklus berikutnya yaitu siklus III.

c. Siklus III
Tindakan siklus III ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 01 Nopember 2010, bertempat diruang kelas VIII SMP Islam Asmaniyah Kelapa Dua Tangerang.  Dalam siklus III ini terbagi dalam beberapa tahap yang harus dilaksanakan untuk mengetahui hasil dari penelitian, yaitu terdiri dari:
1. Tahap Perencanaan:
·         Menyiapkan kelas tempat penelitian
·         Membuat rencana pengajaran
·         Mendiskusikan RPP dengan guru kolaborasi
·         Menyiapkan materi ajar untuk pertemuan pada siklus III
·         Menyiapkan lembar observasi untuk informan dan key informan, pedoman wawancara, catatan lapangan serta keperluan lainnya
·         Menyiapkan soal untuk diskusi kelompok dan soal post tes
·          Menyiapkan nama-nama kelompok yang akan digunakan dalam diskusi kelompok
·         Menyiapkan peralatan dan dokumentasi yang diperlukan
2.      Tahap Pelaksanaan
·         Menyiapkan langkah-langkah yang akan digunakan pada proses belajar mengajar melalui metode inquiry
·         Siswa mempelajari materi pelaksanaan demokrasi yang meliputi pengertian demokrasi dan hakikat demokrasi
·         Guru membimbing siswa untuk mempelajari materi tersebut di atas dengan menggunakan metode inquiry  (menemukan)
·         Melaksanakan diskusi kelompok dengan materi yang sudah dipersiapkan oleh guru serta mengerjakan soal post tes
·         Penilaian hasil diskusi kelompok dan hasil post tes yang telah diberikan pada siklus III
·         Mewancarai informan dan key informan
·         Pengambilan dokumentasi
3. Tahap Observasi
Dalam tahap ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan observasi yang terdiri dari observasi terhadap informan dan key informan, serta mencatat semua hal yang terjadi selama proses belajar mengajar pada kegiatan belajar mengajar siklus III.
4. Refleksi
Dari hasil penelitian peneliti dan guru kolaborasi pada siklus III tentang hasil observasi dan wawancara siswa ternyata, pada siklus III ini   hasil belajar siswa sudah mengalami peningkatan semua dimana hasil belajar siswa nilainya semua sudah di atas KKM, maka berdasarkan hasil refleksi tersebut peneliti sudah menghentikan dan mengakhiri penelitian pada siklus III ini.


C.  Temuan Penelitian
Berdasarkan kegiatan belajar mengajar pada siklus I, II, dan III maka, peneliti dapat menemukan berbagai macam cara untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa pada setiap siklus, yaitu dengan jalan:
1.            Siklus I, dengan cara mengambil nilai post tes setiap siswa pada akhir proses belajar mengajar pada siklus I serta melakukan observasi dan wawancara pada informan dan key informan dan ternyata hasilnya belum memuaskan.
2.            Siklus II, dengan cara mengambil nilai dari hasil diskusi kelompok dan ternyata hasilnya ada peningkatan, walaupun masih ada beberapa siswa yang hasil nilainya masih di bawah KKM.
3.            Siklus III, dengan cara mengambil nilai gabungan dari hasil nilai diskusi kelompok dan hasil nilai post tes dan ternyata hasil belajar siswa sudah mengalami peningkatan semua, bahkan nilai hasil belajar siswa semua sudah di atas KKM.
Dari hasil belajar pada siklus I, II, dan III maka, peneliti menemukan cara yang lebih baik dalam meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan cara diskusi

BAB V
KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia, maka dalam kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran PKn peneliti berusaha keras bersama guru kolaborasi untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa khususnya kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang dengan cara menggunakan metode inquiry (menemukan).
Hasil belajar yang dipakai adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program RPP dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu berupa nilai post tes, diskusi kelompok dan nilai gabungan antara post tes dengan diskusi kelompok.
Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan siklus. pelaksanaan siklus terdiri dari 3 siklus yaitu, siklus I, siklus II dan siklus III. Ternyata setelah dilaksanakan penelitian disetiap siklus hasil belajarnya berbeda-beda, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
  1. Siklus I

57
 
Hasil belajar pada siklus I ternyata belum mengalami peningkatan, bahkan hasil belajar siswa masih banyak yang di bawah KKM yaitu ada sekitar 19 siswa, maka penelitian dilanjutkan pada siklus berikutnya, yaitu siklus II.
  1. Siklus II
Pada siklus II ternyata hasil belajar siswa sudah mengalami peningkatan yang lumayan tetapi masih ada siswa yang nilainya masih di bawah KKM yaitu sekitar 8 siswa, maka guru peneliti perlu melanjutkan penelitiannya pada siklus berikutnya, yaitu siklus III.
  1. Siklus III
Hasil Belajar siklus III ternyata semua siswa sudah mengalami peningkatan dan sudah mencapai nilai di atas KKM, maka peneliti menghentikan penelitiannya pada siklus III ini.
Dari ketiga siklus di atas ternyata "Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PKn Pada Konsep Pelaksanaan Demokrasi Dengan Menggunakan Metode Inquiry" sudah dapat berhasil pada pelaksanaan di siklus III, yaitu dengan cara  pengambilan nilai gabungan dari nilai post tes dan nilai dari diskusi kelompok.
Dari tindakan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, maka dapat mempunyai dampak yang sangat positif sekali bagi siswa, peneliti, guru, SMP Islam Al-Asmaniyah dan bagi STKIP Kusuma Negara.
Dampak positif tersebut diantaranya dapat mempengaruhi berbagai pihak yang berpengaruh, yaitu:
1)      Bagi siswa, terutama di kelas VIII SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang semangat belajar siswa semakin bertambah, karena siswa dapat menemukan sendiri jawaban terhadap suatu pertanyaan dan masalah yang ada pada materi PKn.
2)      Bagi guru peneliti, dapat memberikan masukan untuk dapat meningkatkan cara mengajar yang lebih baik dan mudah dipahami oleh siswa, serta dapat memberikan dorongan semangat motivasi belajar kepada siswa, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat dengan baik.
3)      Bagi SMP Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, dapat dijadikan masukan untuk mengadakan revisi dalam penggunaan metode-metode dalam kegiatan belajar mengajar dengan baik dan menyenangkan bagi siswa.
4)      Bagi STKIP Kusuma Negara, hasil penelitian dapat dijadikan indikator dalam memajukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

B.     Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ternyata metode inquiry telah mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah disajikan, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penggunaan metode inquiry dalam proses belajar mengajar tidak boleh dilupakan, agar siswa dapat mudah memahami secara baik dan menyenangkan dalam mempelajari materi yang dipelajarinya.


C.    Saran-saran
Dengan selesainya penelitian dan berlandaskan kepada penarik kesimpulan dari analisa yang telah dilakukan, maka penulis menyampaikan saran-saran demi perbaikan penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Islam Al-Asmaniyah Kelapa Dua kabupaten Tangerang khususnya dan di Sekolah Menengah Pertama yang lain pada umumnya.
Saran juga disampaikan demi perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan penelitian pada waktu yang akan datang, bagi para peneliti lain yang berminat meneliti objek yang  sama dengan yang penulis teliti. Dengan harapan penelitian pada masa yang akan datang akan lebih baik dan meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya, saran-saran tersebut antara lain:
a)      Seorang guru dalam proses belajar mengajar hendaknya dapat menggunakan metode yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan disampaikan.
b)      Selain menggunakan metode yang sesuai, seorang guru hendaknya juga menggunakan media pengajaran yang sesuai, sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak membosankan.
c)      Seorang guru harus dapat memberikan bantuan dengan tepat pada saat siswa berada dalam kesulitan belajar.
d)     Saran terakhir diberikan kepada para mahasiswa yang berminat meneliti tentang upaya meningkatkan hasil belajar PKn prestasi belajar siswa. Penulis menyarankan agar dapat meneliti tentang variabel  lain yang mempengaruhinya. Hal tersebut penting sehingga pada suatu saat faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar dapat dijelaskan dengan baik. Sehingga pada akhirnya untuk meningkatkan prestasi belajar dapat digunakan metode yang tepat dan efisien.
 
DAFTAR PUSTAKA

Alex Sobur, Psikologi Umum Dalam Lintasan Sejarah, Bandung: Pustaka Setia, 2003

Ametenbun. 1981 Managemen Kelas Penuntun Guru Dan Calon Guru. Bandung: IKIP Bandung.

Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Dr. H. Gunawan Undang, Drs., M.Si. Teknik Penelitian Tindakan Kelas. sayagatama.

DR. H. Syaiful Sagala M. Pd. Konsep Dan Makna Pembelajaran. Jakarta: Alfabeta.

Dr. Iskandar, M.Pd. Metodologi Penelitian Pendidikan Dan Sosial. Jakarta: Gaung Persada Press.

Dr. Sri Rahayu Pudjiastuti. Metode Penelitian Pendidikan (STKIP PRESS. 2007)

Drs Mardalis. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. (Bumi Aksara. Jakarta: 2006.

Dra, Hj. Sri Awan Asri. M.Pd. Yuliawati S.Pd. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: STKIP Kusuma Negara 2007.

EP Hutabarat. Cara Belajar (Jakarta BPK. Gunung Mulia. 1989)

Kemmis&Mc Taggart. The Action Research Planner. (Deakin University. 1990)

Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nana Sudjana 1991. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Poerwadarminta. 1997. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.

Ratna Wilis Dahar. 1989. Teori-TeoriBelajar. Jakarta: Erlangga.

Sudirman, dkk, Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Raju Grafindo Persada

S. Nasution. 1994. Didaktik Asas-Asas Mengajar. Bandung: Bumi Aksara.
UUSPN Bab: 3 Th. 2003

Warsito. 1998. Pengaruh Metode Penugasan Dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Kalkulus I. Tesis. Jakarta: PPS IKIP Jakarta.

Pendekatan Konstektual. Departemen Pendidikan Nasional. 2003

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk SMP. Jakarta: Bp Dharma Bhakti. 2006.





















Oleh:

ARMAT
Program Studi PPKn
NIM   : 20078200266



SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) KUSUMA NEGARA JAKARTA
2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar